Profile Facebook Twitter My Space Friendster Friendfeed You Tube
Dharma Pendidikan Kompasiana MSN Indonesia Bisnis Indonesia Kompas Republika Tempo Detiknews Media Indonesia Jawa Pos Okezone Yahoo News New York Times Times Forbes
Google Yahoo MSN
Bank Indonesia Bank Mandiri BNI BCA BRI Cimb Niaga BII
Hariyono.org Education Zone Teknologi Informasi Ekonomi Mikro Ekonomi Makro Perekonomian Indonesia KTI-PTK Akuntansi Komputer Media Pend.Askeb Media Bidan Pendidik Materi Umum Kampus # # #
mandikdasmen Depdiknas Kemdiknas BSNP Kamus Bhs Indonesia BSNP # # # # #
Affiliate Marketing Info Biz # # # # # # # # #
Bisnis Online Affilite Blogs Affiliate Program Affiliate Marketing # # # # # # # # #

20 September 2010 | 5:28 PM | 0 Comments

Bimbingan dan konseling

image Sepertinya kita sudah tidak asing lagi dengan Bimbingan dan Konseling. Di SMA, bahkan SMP kita pernah mengenal yang namanya guru BK, apa sih yang ada pada bayangan Anda, ketika dipanggil ke ruang BK?. Kebanyakan orang menganggap bahwa ruang BK adalah ruang “menyeramkan”, yang masuk sana cuma anak-anak yang mengalami masalah saja. Eiiitttss, jangan salah,, Berikut penjelasan mengenai Bimbingan dan Konseling

A. Pengertian Bimbingan

apa sih bimbingan itu?

Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance. Secara harfiyah istilah guidance dari kata guide berarti : (1) mengarahkan,(2) memandu, (3) mengelola, (4) menyetir.

Berikut beberapa pendapat mengenai bimbingan :

-Bimbingan sebagai bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat memilih, mempersiapkan diri, dan memangku suatu jabatan serta mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya itu. (Frank Parson dalam Jones, 1951).

-Bimbingan sebagai proses layanan yang diberikan kepada individu-individu guna membantu mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan-keterampilan yang diperlukan dalam membuat pilihan-pilihan, rencana-rencana, dan interpretasi-interpretasi yang diperlukan untuk menyesuaikan diri (Smith, dalam Mc Daniel, 1959)

-Bimbingan merupakan proses membantu individu untuk mencapai perkembangan yang optimal.( Sunaryo Kartadinata, 1998:3)

-Bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya individu tersebut dapat memahami dirinya, sehingga dia sanggup mengarahkan dirinya dan bertindak secara wajar sesuai degan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat, dan kehidupan pada umumnya. (Rochman Natawidjaja, 1987:37).

Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa Bimbingan merupakan suatu proses bantuan yang diberikan kepada individu(konseli) oleh seorag tenaga ahli (konselor), agar individu tersebut dapat mencapai perkembangan yang optimal.

Proses :

Harfiah : suatu rangkaian langkah yang sistematis.

Defenitif : serangkaian langkah yang sistematis atau tahapan yang jelas dan dapat ditempuh berulang kali.

Aplikatif : pada hakikatnya, bimbingan merupakan sebuah proses karena dalam melakukan bimbingan tidak dapat sekali jadi. Bimbingan merupakan suatu proses yang berkesinambungan bukan kegiatan yang seketika atau kebetulan. Bimbingan merupakan serangkaian tahapan kegiatan yang sistematis dan terencana yang terarah kepada pencapaian tujuan.

Membantu :

Harfiah : barang yang dipakai untuk membantu berupa sokongan.

Defenitif : fasilitas – fasilitas yang digunakan untuk menunjang keberhasilan proses.

Aplikatif : Menurut Prof.Dr.Sofyan S.Wilis ; bertatap muka, berempati, berefleksi (tinjauan lebih jauh dari empati), eksplorasi, interpretasi, dorongan minimal, pengarahan, memimpin, menjernihkan, memudahkan, memberi nasihat, berinisiatif, dan memberi informasi. Membantu dalam proses bimbingan menunjukkan bahwa yang aktif dalam proses ini adalah konseli sendiri, keputusan ada pada diri konseli. Sehingga konselor tidak sampai mengambil alih permasalahan konseli. Dalam proses membantu, konseli harus sukarela, tanpa ada paksaan dalam melakukan bimbingan.

Individu :

Harfiah : individu berasal dari bahasa Latin, individium, yaitu satuan terkecil yang tidak dapat dibagi lagi.

Defenitif : individu menurut konsep sosiologis berarti manusia yang hidup sendiri. Individu sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang dilengkapi dengan raga, rasa, rasio, dan rukun.

Aplikatif : individu dalam bimbingan merupakan orang yang diberi bantuan, baik orang seorang secara individual ataupun secara kelompok. Selain itu, tidak hanya diberikan untuk kelompok umur tertentu saja, meliputi semua usia, mulai dari anak-anak , remaja, dan orang dewasa. Individu merupakan orang yang utuh jiwa dan raganya, karena masalah individu tidak hanya fisik, tetapi psikis juga. Individu merupakan makhluk yang biopsikososiospiritual.

Optimal : optimal yang dimaksud adalah tergantung dengan usaha yang dilakukan atau potensi masing –masing individu. Dalam bimbingan, optimal bukan semata-mata pencapaian tingkat kemampuan intelektual yang tinggi, yang ditandai dengan penguasaan pengetahuan dan keterampilan, melainkan suatu kondisi dinamik, dimana individu 1) mampu mengenal dan memahami diri, 2) berani menerima kenyataan diri secara objektif, 3) mengarahkan diri sesuai dengan kemampuan, kesempatan, dan sistem nilai, dan 4) melakukan pilihan dan mengambil keputusan atas tanggung jawab sendiri.

Aspek kehidupan : maksudnya, dalam proses bimbingan tidak hanya mencakup satu aspek saja untuk membantu konseli agar dapat mencapai tugas perkembangannya, namun terdiri dari berbagai aspek. Meliputi kehidupan pribadi-sosial, akademik (belajar), dan aspek karir.

B. Pengertian Konseling

Secara etimologis, istilah konseling berasal dari bahasa Latin, yaitu consilium yang berarti dengan atau bersama, yang dirangkai dengan memahami atau menerima. Sedangkan dalam bahasa Anglo-Saxon, istilah konseling berasal dari sellan yang berarti menyerahkan atau menyampaikan. Berikut beberapa pendapat mengenai konseling:

-Konseling adalah semua bentuk hubungan antara dua orang, di mana seorang, yaitu klien yang dibantu untuk lebih mampu menyesuaikan diri secara efektif terhadapa dirinya sendiri dan lingkungannya. (Robinson(M.Surya dan Rochman N.,1986;25)

-Konseling merupakan suatu proses untuk membantu individu mengatasi hambatan-hambatan perkembangan dirinya, dan untuk mencapai perkembangan optimal kemampua pribadi yang dimilikinya, proses tersebut dapat terjadi setiap waktu.(division of counseling psychology)

-Konseling adalah hubungan tatap muka yag bersifat rahasia, penuh dengan sikap penerimaan dan pemberian kesempatan dari konselor kepada klien, konselor mempergunaka pengetahuan dan keterampilannya untuk membantu kliennya mengatasi masalah-masalahnya.(ASCA(American School Counselor Association)).

Dari beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Konseling adalah proses bantuan yang dapat diberikan kepada individu, baik secara pribadi maupun kelompok, bersifat rahasia agar individu dapat memecahkan masalah dan mampu mengambil keputusan, baik dalam aspek pribadi-sosial, akademik, ataupun karier.

C. Latar Belakang perlunya Bimbingan dan Konseling

Faktor psikologis

-Individu merupakan pribadi yang unik, sedang berkembang ke arah kematangan, karena individu melakukan perubahan yang dinamis. -Perbedaan individual (kecerdasan, emosi, sosiabilitas, sikap, penyesuaian diri, kebiasaan, kemampuan, penyesuaian diri, kebutuhan, dll.)

-Fluktuasi dan / atau sagnatasi dalam proses perkembangan, misalnya masalah-masalah perkembangan (deliquency, infantile, maladjustment, dll.)

Faktor sosial budaya

-Dampak modernisasi ()kehidupan yang terlalu berorientasi kepada materi sehingga menggejalanya berbagai problema sosial dan pribadi.

-Perubahan pola kehidupan di kota dan desa (culture shock)

-Perubahan dalam kontelasi keluarga.

Faktor agama

-Individu sebagai makhluk Tuhan (fitrah sebagai khalifah dan hamba, homo religius)

-Tantangan terhadap dimensi spiritualitas individu (dekadensi moral, budaya, hedonistik, penyakit-penyakit hati, dll)

-Pengaruh agama terhadap kesehatan mental.

Faktor pendidikan

-Demokratisasi yang menyebabkan perkembangan pendidikan yang bersifat meninggi, meluas, dan mendalam.

-meninggi : bertambahnya kesempatan dan kemungkinan untuk mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi, yang merupakan kebutuhan pilihan jenjang pendidikan yang tepat.

-Meluas : pembagian sekolah dalam berbagai jurusan khusus dan sekolah kejuruan , yang merupakan kebutuhan pilihan jurusan dan bidang studi yang tepat.

-Mendalam : berkembangnya ruang lingkup dan keragaman serta pertumbuhan tingkat kerumitan tiap bidang studi, yang merupakan pengembangan kemampuan, sikap dan minat serta perhatian individual.

Faktor IPTEK

-Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, informasi dan teknologi.(dampak positif dan negatif)

-Semakin kompleksnya jenis-jenis dan syarat pekerjaan, persaingan antarindividu sebagai dampak dari penerapan teknologi maju.

D. Tujuan, Fungsi, dan Prinsip Bimbingan

Tujuan bimbingan

Tujuan pemberian layanan bimbingan ialah agar individu dapat : 1)Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta kehidupannya di masa yang akan datang.

2)Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin.

3)menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya.

4)Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, maupun lingkungan kerja.

5)Mencapai perkembangan yang optimal.

Fungsi bimbingan

a. Pemahaman, yaitu membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif.

b. Preventif, yaitu upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untu mencegahnya, supaya tidak dialami oleh konseli.

c. Pengembangan, yaitu konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan siswa.

d. Perbaikan , yaitu fungsi bimbingan untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir, berperasaan, dan bertindak (berkehendak).

e. Penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu individu memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian, dan ciri-ciri kepribadian lainnya.

f. Adaptasi, yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan khususnya konselor, guru, atau dosen untuk mengadaptasikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan individu.

g. Penyesuaian, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu individu agar dapat menyesuaikan diri secara dinamis dan konstruktif terhdap program pendidikan, peraturan sekolah, atau norma agama.

h. Penyembuhan, yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan dengan upaya pemberian bantuan kepada siswa yang telah mengalami masalah menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir.

i. Pemeliharaan, yaitu fungsi bimbingan untuk membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya.

j. Fasilitasi¸ yaitu fungsi bimbingan dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif.

Prinsip bimbingan

a. Bimbingan diperuntukkan bagi semua individu. Artinya, bimbingan diberikan kepada semua individu, baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah, baik pria maupun wanita, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Pendekatan yang digunakan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari dari kuratif, dan lebih diutamakan kepentingan kelompok daripada perseorangan.

b. Bimbingan bersifat individualisasi. Setiap individu bersifat unik (berbeda satu sama lainnya), dan melalui bimbingan individu dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran adalah individu.

c. Bimbingan menekankan hal yang positif. Bimbingan menekankan dalam proses bantuan terhadap kekuatan dan kesuksesan.

d. Bimbingan merupakan usaha bersama. Bimbingan bukan hanya tugas konselor, tetapi juga tugas guru-guru dan kepala sekolah.

e. Pengambilan keputusan merupakannhal yang esensial dalam bimbingan. Bimbingan diarahkan untuk membantu individu agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan.

f. Bimbingan berlangsung dalam berbagai setting (adegan) kehidupan. Pemberian layanan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga, perusahaan/industri, lembaga-lembaga pemerintah/swasta, dan masyarakat pada umumnya.

E. Bidang dan jenis Layanan Bimbingan dan Konseling

Bidang dalam Bimbingan dan Konseling

a. Bimbingan Pribadi Untuk mewujudkan pribadi yang taqwa, mandiri, dan bertanggungjawab.

b. Bimbingan Sosial Sama halnya dengan bimbingan pribadi, yaitu mewujudkan pribadi yang taqwa, mandiri, dan bertanggungjawab dalam melakukan hubungan sosial.

c. Bimbingan Belajar Untuk mewujudkan pribadi pekerja yang produktif.

d. Bimbingan Karir Untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan.

Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling

a. Layanan Orientasi

Layanan orientasi merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu, sekurang-kurangnya diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu pada setiap awal semester. Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai, yang berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.

b.Layanan Informasi

Layanan informasi adalah layanan yang memungkinan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi (seperti : informasi belajar, pergaulan, karier, pendidikan lanjutan). Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik agar dapat mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu, dalam bidang pribadi, sosial, belajar maupun karier berdasarkan informasi yang diperolehnya yang memadai. Layanan informasi pun berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.

c. Layanan Pembelajaran

Layanan pembelajaran merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai materi belajar atau penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Layanan pembelajaran berfungsi untuk pengembangan.

d.Layanan Penempatan dan Penyaluran

Layanan penempatan dan penyaluran merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, kegiatan ko/ekstra kurikuler, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan segenap bakat, minat dan segenap potensi lainnya. Layanan Penempatan dan Penyaluran berfungsi untuk pengembangan.

e.Layanan Konseling Perorangan

Layanan konseling perorangan merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) untuk mengentaskan permasalahan yang dihadapinya dan perkembangan dirinya. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar peserta didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. Layanan Konseling Perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.

f.Layanan Bimbingan Kelompok

Layanan bimbingan kelompok merupakan layanan yang memungkinan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok, dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. Layanan Bimbingan Kelompok berfungsi untuk pemahaman dan pengembangan

g.Layanan Konseling Kelompok

Layanan Konseling kelompok merupakan layanan yang memungkinan peserta didik (masing-masing anggota kelompok) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok,. Layanan Konseling Kelompok berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.

h. Konsultasi

Konsultasi yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.

i. Mediasi

Mediasi yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka.

NB: Jika anda suka artikel ini, silakan share ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini! Terimakasih.
 
Copyright © 2010 - All right reserved by Education Zone | Template design by Herdiansyah Hamzah | Published by h4r1
Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome, flock and opera.