Profile Facebook Twitter My Space Friendster Friendfeed You Tube
Dharma Pendidikan Kompasiana MSN Indonesia Bisnis Indonesia Kompas Republika Tempo Detiknews Media Indonesia Jawa Pos Okezone Yahoo News New York Times Times Forbes
Google Yahoo MSN
Bank Indonesia Bank Mandiri BNI BCA BRI Cimb Niaga BII
Hariyono.org Education Zone Teknologi Informasi Ekonomi Mikro Ekonomi Makro Perekonomian Indonesia KTI-PTK Akuntansi Komputer Media Pend.Askeb Media Bidan Pendidik Materi Umum Kampus # # #
mandikdasmen Depdiknas Kemdiknas BSNP Kamus Bhs Indonesia BSNP # # # # #
Affiliate Marketing Info Biz # # # # # # # # #
Bisnis Online Affilite Blogs Affiliate Program Affiliate Marketing # # # # # # # # #

20 August 2010 | 11:16 AM | 0 Comments

Penilaian Kinerja Guru di Sekolah

by mharywa

image Sebagai organisasi yang bergerak dalam bidang pendidikan, kegiatan manajemen kinerja ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan pendidikan. Oleh karenanya, secara ideal, sebuah organisasi pendidikan mampu memberikan kepastian kepada stakeholder, bahwa pegawai sebagai guru dan semua tenaga kependidikan telah melewati proses penilaian kinerja yang rasional. Mungkin tidak ada orangtua/wali murid yang mau di dalam sekolah terdapat pegawai pendidikan (guru) yang dinilai secara tidak akurat.

Secara umum, sekolah secara sadar menyematkan berbagai prinsip dan spirit keagamaan yang luhur dan mengandung nilai-nilai virtue (kesholehan), seperti prasangka baik, kasih sayang, saling menghormati, membantu, dan tenggang rasa. Sehingga dari semula, patut dicurigai bahwa organisation goals dari kebanyakan sekolah adalah membina dan mempertahankan para pegawainya atas dasar kasih sayang dan belas kasih (leniency).

Penulis menduga sampai sejauh ini, proses majemen kinerja di kebanyakan sekolah dipengaruhi oleh tujuan organisasi tadi dan kerap menghasilkan pendekatan politis, bukan didasarkan pada angka-angka, prestasi, dalam proses employee appraisal.

Meskipun demikian, atas kesadaran organisasi akan pentingnya mencapai standar kualitas mutu layanan pendidikan yang telah ditentukan, sering terjadi pembahasan yang panjang untuk menjalankan sebuah pendekatan politis terhadap hasil penilaian kinerja. Oleh karenanya, perlu dibuat sebuah mekanisme yang mengakomodir sisi pembinaan pegawai dan pemenuhan standar kinerja.

Mekanisme manajemen kinerja yang digagas adalah berdasarkan filosofi nilai keislaman, di mana kesholehan pribadi dan komunitas harus dapat menghasilkan kinerja yang tinggi. Dalam sebuah ayat Al-Qur’an Allah berfirman tentang nilai bekerja bagi seorang muslim, ”Bekerjalah kamu maka Allah dan Rasulnya dan Orang-orang mukmin akan melihat pekerjaan kalian”, ”Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bebuat ihsan (melakukan sesuatu dengan sempurna)” dan Hadits Nabi ”Sesungguhnya Allah lebih menyukai seorang muslim yang kuat dibanding muslim yang lemah”. Dari sini dapat dirumuskan bahwa, orang yang disukai Allah danagama adalah orang yang bersungguh-sungguh dalam bekerja dengan hasil optimal dan tidak memberi ruang bagi kemalasan dan sifat gampang menyerah (lemah)”.

Lalu bagaimana usaha dalam menciptakan kesadaran di benak setiap pegawai bahwa terdapat keterkaitan yang erat antara kesholehan dengan kinerja yang optimal? Karena faktanya banyak pegawai yang sholeh (rajin sholat, mengaji, kata-katanya bijak, santun) tapi tidak rajin dan menunjukkan kinerja yang rendah (selalu terlambat masuk, pulang lebih cepat, tidak memenuhi kelengkapan administrasi, mengabaikan aturan, dsb.).

strateginya adalah membuat sebuah kontrol yang dapat menjamin kesesuaian antara perilaku sholeh pegawai dengan pencapaian standar kinerja. Kontrol yang dimaksud adalah menjadikan standar kinerja seperti kehadiran yang sesuai dengan jam kerja, kelengkapan administrasi, pemenuhan SOP (standar operation procedure), dll., sebagai bagian dari perilaku kesholehan seperti tutur kata, aktifitas ibadah, dan kesantunan dalam berinteraksi, yang dimasukkan sebagai item penilaian yang akan diberikan rating.
Organisasi dapat menetapkan nilai-nilai kesholehan meliputi pencapaian standar kinerja, karena sesuai dengan tuntutan beragama dalam Islam.

Dengan demikian, pendekatan politis atas dasar tujuan organisasi dibatasi dengan tuntutan agama yang hanya menginginkan orang yang bersungguh-sungguh, optimal, dan pantang menyerah. Setiap pegawai yang tidak dapat menunjukkan kriteria seperti itu, dapat dengan mudah diberikan pendekatan rasional terhadap hasil penilaian kinerjanya yang rendah. Dengan kata lain, manajer atau kepala sekolah dapat memberhentikan pegawai/guru yang tidak kunjung memenuhi standar kualitas dengan cara yang santun, terhormat, dan jujur. Hal itu tentu saja dapat dilakukan manajer dengan mudah, karena itu adalah amanat Allah (dan juga organisasi).

Download : instrumen monitoring dan evaluasi kinerja sekolah standar nasional

NB: Jika anda suka artikel ini, silakan share ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini! Terimakasih.
 
Copyright © 2010 - All right reserved by Education Zone | Template design by Herdiansyah Hamzah | Published by h4r1
Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome, flock and opera.