Profile Facebook Twitter My Space Friendster Friendfeed You Tube
Dharma Pendidikan Kompasiana MSN Indonesia Bisnis Indonesia Kompas Republika Tempo Detiknews Media Indonesia Jawa Pos Okezone Yahoo News New York Times Times Forbes
Google Yahoo MSN
Bank Indonesia Bank Mandiri BNI BCA BRI Cimb Niaga BII
Hariyono.org Education Zone Teknologi Informasi Ekonomi Mikro Ekonomi Makro Perekonomian Indonesia KTI-PTK Akuntansi Komputer Media Pend.Askeb Media Bidan Pendidik Materi Umum Kampus # # #
mandikdasmen Depdiknas Kemdiknas BSNP Kamus Bhs Indonesia BSNP # # # # #
Affiliate Marketing Info Biz # # # # # # # # #
Bisnis Online Affilite Blogs Affiliate Program Affiliate Marketing # # # # # # # # #

09 April 2010 | 8:25 AM | 0 Comments

Sekolah Bertaraf Internasional (SBI)

image Tahukah Anda, setelah pada tahun 2004 menerapkan program akselerasi di sekolah-sekolah, kini pemerintah Indonesia menerapkan kelas internasional di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Umum (SMU). Dengan program ini, diharapkan lulusan dari Sekolah Berbasis Internasional (SBI) itu mampu bersaing secara internasional.

Program SBI sudah dimulai sejak tahun 2006 dan hingga 2007 telah diterapkan pada 200 sekolah menengah atas. Ditargetkan, sebanyak lebih dari 500 sekolah bertaraf internasional akan tersebar di seluruh Indonesia. Sementara untuk sekolah menengah pertama baru dilakukan pada tahun 2007 lalu untuk beberapa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN). Khusus untuk SBI, Departemen Pendidikan Nasional bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat.

PENGERTIAN SBI

SBI adalah sekolah nasional yang menyiapkan peserta didik berbasis Standar Nasional Pendidikan (SNP) Indonesia berkualitas Internasional dan lulusannya berdaya saing Internasional.

Karakteristik SBI

1. Menerapkan KTSP yang dikembangkan dari standart isi, standart kompetensi

kelulusan dan kompetensi dasar yang diperkaya dengan muatan Internasional.

2. Menerapkan proses pembelajaran dalam Bahasa Inggris, minimal untuk mata pelajaran MIPA dan Bahasa Inggris.

3. Mengadopsi buku teks yang dipakai SBI (negara maju).

4. Menerapkan standar kelulusan yang lebih tinggi dari standar kompetensi lulusan (SKL) yang ada di dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP).

5. Pendidik dan tenaga kependidikan memenuhi standart kompetensi yang ditentukan dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP).

6. Sarana/prasarana memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP).

7. Penilaian memenuhi standar nasional dan Internasional.

Visi dan Misi SBI

Visi SBI dirancang agar memenuhi tiga indikator,yaitu:

1. Mencirikan wawasan kebangsaan,

2. Memberdayakan seluruh potensi kecerdasan (multiple inteligencies)

3. Meningkatkan daya saing global

Misi SBI merupakan jabaran visi SBI yang dirancang untuk dijadikan referensi dalam menyusun/mengembangkan rencana program kegiatan, indikator untuk menuju misi ini terangkum pada akronim SMART:

1. Specific

2. Measurable (terukur)

3. Achievable (dapat dicapai)

4. Realistis

5. Time Bound (jelas jangkauan waktunya)

Suatu sekolah bisa dikatakan berbasis internasional jika memenuhi 9 indikator kunci yaitu :

1. Sekolah ber-akreditasi A,
2. Kurikulum,
3. Proses pembelajaran,
4. Penilaian,
5. Pendidikan,
6. Tenaga kependidikan,
7. Sarana dan prasarana,
8. Pengelolaan,
9. dan Pembiayaan.

Menurut (Mendiknas) Bambang Sudibyo pada saat itu, suatu sekolah akan dirintis menjadi sekolah internasional harus terakreditasi A secara nasional dan memiliki indikator tambahan dari Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) yaitu organisasi negara-negara yang memiliki keunggulan di bidang pendidikan.

Sekolah juga menerapkan standar kurikulum dengan tingkat satuan pendidikan (KTSP) dengan sistem kredit semester (SKS), sistem akademik berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK), sistem kompentensi, dan muatan mata pelajaran setara atau lebih tinggi dari mata pelajaran yang sama pada sekolah unggul negara OECD. Selain memenuhi kurikulum Diknas, sekolah juga memenuhi kurikulum lokal dan Depag.

Kelas internasional pada Sekolah berbasis internasional ini, mengacu pada kurikulum Cambride University of London Inggris atau IGCSE, sehingga bahasa pengantar pada kelas internasional ini adalah bahasa Inggris. Karena itu tidaklah heran, guru-guru yang mengajar di kelas internasional ini selain harus menguasai mata pelajaran yang diajarkan, juga harus menguasai bahasa Inggris.

Ibaratnya, guru memenuhi standar pendidikan internasional, yaitu minimal 30 persen guru berpendidikan S2 atau S3 dari perguruan tinggi (PT) yang program studinya berakreditasi A, sedangkan tenaga kependidikan seperti kepala sekolah minimal berpendidikan S2 dari PT yang program studinya berakreditasi A.

Berbeda dengan kelas regular, kelas internasional selain ruangannya dilengkapi dengan pendingin udara dan alat-alat untuk presentasi, internet, multimedia dan biayanya juga sangat tinggi. Tes penerimaan siswa baru pada kelas internasional juga berbeda, yaitu meliputi tes akademik dan non-akademik.

Selain itu, SBI dari standar pengelolaan, telah meraih sertifikat ISO 9001:2000 tentang tata kelola dan ISO 14.000 tentang lingkungan. Diharapkan pula sekolah RSBI menjalin hubungan sister school dengan sekolah bertaraf internasional di luar negeri.

Kondisi Sekolah Berbasis Internasional ini memang bertolak belakang dengan sekolah sistem biasa. Apalagi, hanya siswa dari kalangan keluarga mampu yang bisa menikmati SBI. sumber : indosiar.com

NB: Jika anda suka artikel ini, silakan share ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini! Terimakasih.
 
Copyright © 2010 - All right reserved by Education Zone | Template design by Herdiansyah Hamzah | Published by h4r1
Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome, flock and opera.