Profile Facebook Twitter My Space Friendster Friendfeed You Tube
Dharma Pendidikan Kompasiana MSN Indonesia Bisnis Indonesia Kompas Republika Tempo Detiknews Media Indonesia Jawa Pos Okezone Yahoo News New York Times Times Forbes
Google Yahoo MSN
Bank Indonesia Bank Mandiri BNI BCA BRI Cimb Niaga BII
Hariyono.org Education Zone Teknologi Informasi Ekonomi Mikro Ekonomi Makro Perekonomian Indonesia KTI-PTK Akuntansi Komputer Media Pend.Askeb Media Bidan Pendidik Materi Umum Kampus # # #
mandikdasmen Depdiknas Kemdiknas BSNP Kamus Bhs Indonesia BSNP # # # # #
Affiliate Marketing Info Biz # # # # # # # # #
Bisnis Online Affilite Blogs Affiliate Program Affiliate Marketing # # # # # # # # #

Kiki sekarang menggunakan internet untuk menghasilkan lebih banyak uang cukup dengan melakukan survei online untuk perusahaan-perusahaan internasional. Saya melakukan wawancara dengannya tentang kisahnya yang menakjubkan dan dia mengungkapkan langkah-langkahnya menuju sukses. Survey Income Kid.


Showing posts with label Bimbingan Konseling. Show all posts
Showing posts with label Bimbingan Konseling. Show all posts

20 September 2010 | 5:28 PM | 0 Comments

Bimbingan dan konseling

image Sepertinya kita sudah tidak asing lagi dengan Bimbingan dan Konseling. Di SMA, bahkan SMP kita pernah mengenal yang namanya guru BK, apa sih yang ada pada bayangan Anda, ketika dipanggil ke ruang BK?. Kebanyakan orang menganggap bahwa ruang BK adalah ruang “menyeramkan”, yang masuk sana cuma anak-anak yang mengalami masalah saja. Eiiitttss, jangan salah,, Berikut penjelasan mengenai Bimbingan dan Konseling

A. Pengertian Bimbingan

apa sih bimbingan itu?

Bimbingan merupakan terjemahan dari guidance. Secara harfiyah istilah guidance dari kata guide berarti : (1) mengarahkan,(2) memandu, (3) mengelola, (4) menyetir.

Berikut beberapa pendapat mengenai bimbingan :

-Bimbingan sebagai bantuan yang diberikan kepada individu untuk dapat memilih, mempersiapkan diri, dan memangku suatu jabatan serta mendapat kemajuan dalam jabatan yang dipilihnya itu. (Frank Parson dalam Jones, 1951).

-Bimbingan sebagai proses layanan yang diberikan kepada individu-individu guna membantu mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan-keterampilan yang diperlukan dalam membuat pilihan-pilihan, rencana-rencana, dan interpretasi-interpretasi yang diperlukan untuk menyesuaikan diri (Smith, dalam Mc Daniel, 1959)

-Bimbingan merupakan proses membantu individu untuk mencapai perkembangan yang optimal.( Sunaryo Kartadinata, 1998:3)

-Bimbingan merupakan suatu proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan, supaya individu tersebut dapat memahami dirinya, sehingga dia sanggup mengarahkan dirinya dan bertindak secara wajar sesuai degan tuntutan dan keadaan lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat, dan kehidupan pada umumnya. (Rochman Natawidjaja, 1987:37).

Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa Bimbingan merupakan suatu proses bantuan yang diberikan kepada individu(konseli) oleh seorag tenaga ahli (konselor), agar individu tersebut dapat mencapai perkembangan yang optimal.

Proses :

Harfiah : suatu rangkaian langkah yang sistematis.

Defenitif : serangkaian langkah yang sistematis atau tahapan yang jelas dan dapat ditempuh berulang kali.

Aplikatif : pada hakikatnya, bimbingan merupakan sebuah proses karena dalam melakukan bimbingan tidak dapat sekali jadi. Bimbingan merupakan suatu proses yang berkesinambungan bukan kegiatan yang seketika atau kebetulan. Bimbingan merupakan serangkaian tahapan kegiatan yang sistematis dan terencana yang terarah kepada pencapaian tujuan.

Membantu :

Harfiah : barang yang dipakai untuk membantu berupa sokongan.

Defenitif : fasilitas – fasilitas yang digunakan untuk menunjang keberhasilan proses.

Aplikatif : Menurut Prof.Dr.Sofyan S.Wilis ; bertatap muka, berempati, berefleksi (tinjauan lebih jauh dari empati), eksplorasi, interpretasi, dorongan minimal, pengarahan, memimpin, menjernihkan, memudahkan, memberi nasihat, berinisiatif, dan memberi informasi. Membantu dalam proses bimbingan menunjukkan bahwa yang aktif dalam proses ini adalah konseli sendiri, keputusan ada pada diri konseli. Sehingga konselor tidak sampai mengambil alih permasalahan konseli. Dalam proses membantu, konseli harus sukarela, tanpa ada paksaan dalam melakukan bimbingan.

Individu :

Harfiah : individu berasal dari bahasa Latin, individium, yaitu satuan terkecil yang tidak dapat dibagi lagi.

Defenitif : individu menurut konsep sosiologis berarti manusia yang hidup sendiri. Individu sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang dilengkapi dengan raga, rasa, rasio, dan rukun.

Aplikatif : individu dalam bimbingan merupakan orang yang diberi bantuan, baik orang seorang secara individual ataupun secara kelompok. Selain itu, tidak hanya diberikan untuk kelompok umur tertentu saja, meliputi semua usia, mulai dari anak-anak , remaja, dan orang dewasa. Individu merupakan orang yang utuh jiwa dan raganya, karena masalah individu tidak hanya fisik, tetapi psikis juga. Individu merupakan makhluk yang biopsikososiospiritual.

Optimal : optimal yang dimaksud adalah tergantung dengan usaha yang dilakukan atau potensi masing –masing individu. Dalam bimbingan, optimal bukan semata-mata pencapaian tingkat kemampuan intelektual yang tinggi, yang ditandai dengan penguasaan pengetahuan dan keterampilan, melainkan suatu kondisi dinamik, dimana individu 1) mampu mengenal dan memahami diri, 2) berani menerima kenyataan diri secara objektif, 3) mengarahkan diri sesuai dengan kemampuan, kesempatan, dan sistem nilai, dan 4) melakukan pilihan dan mengambil keputusan atas tanggung jawab sendiri.

Aspek kehidupan : maksudnya, dalam proses bimbingan tidak hanya mencakup satu aspek saja untuk membantu konseli agar dapat mencapai tugas perkembangannya, namun terdiri dari berbagai aspek. Meliputi kehidupan pribadi-sosial, akademik (belajar), dan aspek karir.

B. Pengertian Konseling

Secara etimologis, istilah konseling berasal dari bahasa Latin, yaitu consilium yang berarti dengan atau bersama, yang dirangkai dengan memahami atau menerima. Sedangkan dalam bahasa Anglo-Saxon, istilah konseling berasal dari sellan yang berarti menyerahkan atau menyampaikan. Berikut beberapa pendapat mengenai konseling:

-Konseling adalah semua bentuk hubungan antara dua orang, di mana seorang, yaitu klien yang dibantu untuk lebih mampu menyesuaikan diri secara efektif terhadapa dirinya sendiri dan lingkungannya. (Robinson(M.Surya dan Rochman N.,1986;25)

-Konseling merupakan suatu proses untuk membantu individu mengatasi hambatan-hambatan perkembangan dirinya, dan untuk mencapai perkembangan optimal kemampua pribadi yang dimilikinya, proses tersebut dapat terjadi setiap waktu.(division of counseling psychology)

-Konseling adalah hubungan tatap muka yag bersifat rahasia, penuh dengan sikap penerimaan dan pemberian kesempatan dari konselor kepada klien, konselor mempergunaka pengetahuan dan keterampilannya untuk membantu kliennya mengatasi masalah-masalahnya.(ASCA(American School Counselor Association)).

Dari beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa Konseling adalah proses bantuan yang dapat diberikan kepada individu, baik secara pribadi maupun kelompok, bersifat rahasia agar individu dapat memecahkan masalah dan mampu mengambil keputusan, baik dalam aspek pribadi-sosial, akademik, ataupun karier.

C. Latar Belakang perlunya Bimbingan dan Konseling

Faktor psikologis

-Individu merupakan pribadi yang unik, sedang berkembang ke arah kematangan, karena individu melakukan perubahan yang dinamis. -Perbedaan individual (kecerdasan, emosi, sosiabilitas, sikap, penyesuaian diri, kebiasaan, kemampuan, penyesuaian diri, kebutuhan, dll.)

-Fluktuasi dan / atau sagnatasi dalam proses perkembangan, misalnya masalah-masalah perkembangan (deliquency, infantile, maladjustment, dll.)

Faktor sosial budaya

-Dampak modernisasi ()kehidupan yang terlalu berorientasi kepada materi sehingga menggejalanya berbagai problema sosial dan pribadi.

-Perubahan pola kehidupan di kota dan desa (culture shock)

-Perubahan dalam kontelasi keluarga.

Faktor agama

-Individu sebagai makhluk Tuhan (fitrah sebagai khalifah dan hamba, homo religius)

-Tantangan terhadap dimensi spiritualitas individu (dekadensi moral, budaya, hedonistik, penyakit-penyakit hati, dll)

-Pengaruh agama terhadap kesehatan mental.

Faktor pendidikan

-Demokratisasi yang menyebabkan perkembangan pendidikan yang bersifat meninggi, meluas, dan mendalam.

-meninggi : bertambahnya kesempatan dan kemungkinan untuk mencapai tingkat pendidikan yang lebih tinggi, yang merupakan kebutuhan pilihan jenjang pendidikan yang tepat.

-Meluas : pembagian sekolah dalam berbagai jurusan khusus dan sekolah kejuruan , yang merupakan kebutuhan pilihan jurusan dan bidang studi yang tepat.

-Mendalam : berkembangnya ruang lingkup dan keragaman serta pertumbuhan tingkat kerumitan tiap bidang studi, yang merupakan pengembangan kemampuan, sikap dan minat serta perhatian individual.

Faktor IPTEK

-Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, informasi dan teknologi.(dampak positif dan negatif)

-Semakin kompleksnya jenis-jenis dan syarat pekerjaan, persaingan antarindividu sebagai dampak dari penerapan teknologi maju.

D. Tujuan, Fungsi, dan Prinsip Bimbingan

Tujuan bimbingan

Tujuan pemberian layanan bimbingan ialah agar individu dapat : 1)Merencanakan kegiatan penyelesaian studi, perkembangan karir serta kehidupannya di masa yang akan datang.

2)Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimilikinya seoptimal mungkin.

3)menyesuaikan diri dengan lingkungan pendidikan, lingkungan masyarakat serta lingkungan kerjanya.

4)Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, maupun lingkungan kerja.

5)Mencapai perkembangan yang optimal.

Fungsi bimbingan

a. Pemahaman, yaitu membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif.

b. Preventif, yaitu upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untu mencegahnya, supaya tidak dialami oleh konseli.

c. Pengembangan, yaitu konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan siswa.

d. Perbaikan , yaitu fungsi bimbingan untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir, berperasaan, dan bertindak (berkehendak).

e. Penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu individu memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian, dan ciri-ciri kepribadian lainnya.

f. Adaptasi, yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan khususnya konselor, guru, atau dosen untuk mengadaptasikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan individu.

g. Penyesuaian, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu individu agar dapat menyesuaikan diri secara dinamis dan konstruktif terhdap program pendidikan, peraturan sekolah, atau norma agama.

h. Penyembuhan, yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan dengan upaya pemberian bantuan kepada siswa yang telah mengalami masalah menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir.

i. Pemeliharaan, yaitu fungsi bimbingan untuk membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya.

j. Fasilitasi¸ yaitu fungsi bimbingan dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif.

Prinsip bimbingan

a. Bimbingan diperuntukkan bagi semua individu. Artinya, bimbingan diberikan kepada semua individu, baik yang tidak bermasalah maupun yang bermasalah, baik pria maupun wanita, baik anak-anak, remaja, maupun dewasa. Pendekatan yang digunakan lebih bersifat preventif dan pengembangan dari dari kuratif, dan lebih diutamakan kepentingan kelompok daripada perseorangan.

b. Bimbingan bersifat individualisasi. Setiap individu bersifat unik (berbeda satu sama lainnya), dan melalui bimbingan individu dibantu untuk memaksimalkan perkembangan keunikannya tersebut. Prinsip ini juga berarti bahwa yang menjadi fokus sasaran adalah individu.

c. Bimbingan menekankan hal yang positif. Bimbingan menekankan dalam proses bantuan terhadap kekuatan dan kesuksesan.

d. Bimbingan merupakan usaha bersama. Bimbingan bukan hanya tugas konselor, tetapi juga tugas guru-guru dan kepala sekolah.

e. Pengambilan keputusan merupakannhal yang esensial dalam bimbingan. Bimbingan diarahkan untuk membantu individu agar dapat melakukan pilihan dan mengambil keputusan.

f. Bimbingan berlangsung dalam berbagai setting (adegan) kehidupan. Pemberian layanan tidak hanya berlangsung di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga, perusahaan/industri, lembaga-lembaga pemerintah/swasta, dan masyarakat pada umumnya.

E. Bidang dan jenis Layanan Bimbingan dan Konseling

Bidang dalam Bimbingan dan Konseling

a. Bimbingan Pribadi Untuk mewujudkan pribadi yang taqwa, mandiri, dan bertanggungjawab.

b. Bimbingan Sosial Sama halnya dengan bimbingan pribadi, yaitu mewujudkan pribadi yang taqwa, mandiri, dan bertanggungjawab dalam melakukan hubungan sosial.

c. Bimbingan Belajar Untuk mewujudkan pribadi pekerja yang produktif.

d. Bimbingan Karir Untuk mencapai tujuan dan tugas perkembangan pendidikan.

Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling

a. Layanan Orientasi

Layanan orientasi merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu, sekurang-kurangnya diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu pada setiap awal semester. Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai, yang berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.

b.Layanan Informasi

Layanan informasi adalah layanan yang memungkinan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi (seperti : informasi belajar, pergaulan, karier, pendidikan lanjutan). Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik agar dapat mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu, dalam bidang pribadi, sosial, belajar maupun karier berdasarkan informasi yang diperolehnya yang memadai. Layanan informasi pun berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.

c. Layanan Pembelajaran

Layanan pembelajaran merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam menguasai materi belajar atau penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Layanan pembelajaran berfungsi untuk pengembangan.

d.Layanan Penempatan dan Penyaluran

Layanan penempatan dan penyaluran merupakan layanan yang memungkinan peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, kegiatan ko/ekstra kurikuler, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan segenap bakat, minat dan segenap potensi lainnya. Layanan Penempatan dan Penyaluran berfungsi untuk pengembangan.

e.Layanan Konseling Perorangan

Layanan konseling perorangan merupakan layanan yang memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) untuk mengentaskan permasalahan yang dihadapinya dan perkembangan dirinya. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar peserta didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. Layanan Konseling Perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.

f.Layanan Bimbingan Kelompok

Layanan bimbingan kelompok merupakan layanan yang memungkinan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok, dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. Layanan Bimbingan Kelompok berfungsi untuk pemahaman dan pengembangan

g.Layanan Konseling Kelompok

Layanan Konseling kelompok merupakan layanan yang memungkinan peserta didik (masing-masing anggota kelompok) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok,. Layanan Konseling Kelompok berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.

h. Konsultasi

Konsultasi yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.

i. Mediasi

Mediasi yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka.

Klick «« Artikel Selengkapnya »»
NB: Jika anda suka artikel ini, silakan share ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini! Terimakasih.

Layanan Bimbingan Konseling Berbasis Teknologi Informasi

By drizcade

image BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Permasalahan

Perkembangan era globalisasi yang begitu pesat, membuat seluruh aspek kehidupan terkena imbasnya. Begitupun kehidupan masyarakat sangat terasa perubahan akibat pengaruh globalisasi.

Semua profesi segera membuat suatu sistem-sistem baru yang dapat menopang kehidupan masyarakat untuk menghadapi kedahsyatan serbuan pengaruh globalisasi. Begitupun profesi konselor yang mulai melibatkat Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam melaksanakan proses pelayanan.

Dalam memperbaiki pelayanannya, konselor mulai menggunakan media-media yang mampu menunjang kebutuhan para konseli. Seperti kita ketahui bahwa tidak semua konseli memiliki cukup banyak waktu yang intens untuk melakukan kegiatan atau proses konseli, sehingga pelayanan Bimbingan dan Konseling berbasis teknologi informasi sangat diharapkan mampu memfasilitasi para konselor.

Jadi, dengan adanya pelayanan Bimbingan dan Konseling berbasis Teknologi Informasi diharapkan dapat diakses dimanapun, kapanpun, atau setiap saat.

Rumusan Masalah

Berdasarkan kebutuhan Konseli (masyarakat), maka para Konselor mulai membuat suatu sistem yang mulai menggunakan Teknologi Informasi sebagai salah satu media proses Konseling.

Pertanyaan:

  1. Bagaimana awal munculnya Teknologi Informasi dalam pelayanan Bimbingan Konseling?
  2. Apa saja macam-macam media yang dapat digunakan dalam pelayanan Bimbingan Konseling?
  3. Seperti apa pelayanannya?

Tujuan dan Manfaat

Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah agar mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang muncul pada masyarakat. Selain itu agar masyarakat lebih mengetahui bahwa pelayanan Bimbingan dan Konseling dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.

Manfaat

Masyarakat jadi lebih tau apa saja media yang dapat digunakan dalam melakukan proses Konseling.

Metode Pembahasan

Metodi pembahasan yang digunakan dalam makalah ini yaitu metodi study literatur, karena dalam penyusunan makalah ini, sumber yang digunakan adalah buku dan inernet.

A. Awal mula masuknya Teknologi Informasi dan komunikasi ke dalam proses pelayanan konseling.

Pada penerapan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Guru Bimbingan Konseling / Konselor di sekolah memberikan pelayanan berkaitan Pengembangan Diri, sesuai minat dan bakat serta mempertimbangkan tahapan tugas perkembangan peserta didik dalam lingkup usia Sekolah Menengah Atas (SMA), mengingat adanya keberagaman individu (individual deferencies).

Guru Bimbingan Konseling / Konselor bersama Wali Kelas dan Guru Mata Pelajaran menjadi pendamping dalam setiap proses pembelajaran. Hal itu dimaksudkan untuk membantu peserta didik agar mampu menuntaskan seluruh mata pelajaran seoptimal mungkin sesuai dengan potensi kemampuan akademik, bakat dan minatnya, sehingga hambatan dan kemungkinan kegagalan sudah dapat diprediksi, diketahui dan dibimbing sejak dini. Selain itu, untuk membimbing peserta didik dalam menentukan pilihannya secara mandiri dan mampu mengambil keputusan.

Melihat kebutuhan diatas maka Bimbingan dan Konseling dalam melakukan proses pelayanannya menggunakan berbagai pelayanan dengan berbagai pertimbangan melihat dari sudut kebutuhan konseli. Mengikuti perkembangan zaman maka dalam melakukan pelayanan atau proses konseling Bimbingan dan Konseling pun menggunakan sistem teknologi informasi dalam melakukan proses konseling, agar mempermudah komunikasi. Tujuan Bimbingan dan Konseling menggunakan Teknologi Informasi kedalam melakukan pelayanannya, yaitu :

1. Easy to use ( mudah digunakan )

2. Easy to manage ( mudah di atur )

3. Simple ( tidak rumit )

4. Dynamic ( Dinamis )

B. Macam – macam sarana konseling yang sudah menggunakan Teknologi Informasi sebagai media layanan

Perkembangan teknologi informasi pada era globalisasi saat ini sangatlah pesat. Penggunaan teknologi yang mampu membantu serta mempermudah segala pekerjaan manusia sudah dipergunakan di berbagai bidang. Begitupun Profesi Bimbingan dan Konseling yang melakukan inovasi-inovasi terhadap pelayanannya agar mempermudah akses para konseli yang membutuhkan bantuan dimanapun dan kapanpun. Melihat kebutuhan akan teknologi dalam proses konseling maka profesi ini membuat suatu rancangan terbaru untuk mengembangkan pelayanan yang mengikuti perkembangan zaman. Perubahan terhadap pelayanan tersebut berupa beberapa media konseling, contohnya :

Surat Magnetik (disket ke disket)

Meskipun pelayanan konseling dengan menggunakan fasilitas ini sudah dianggap sebagai fasilitas komunikasi “ tradisional”, tetapi fasilitas ini adalah awal mula terciptanya gagasan penggunaan teknologi informasi dalam Bimbingan dan Konseling.

Dalam penggunaan fasilitas ini, konseli dan konselor saling berkomunikasi dengan berkirim surat atau berkomunikasi melalui buku catatan yang bertujuan untuk membantu anak agar lebih dapat mengekspresikan diri melalui tulisan (bagian dari konseling biblio), meskipun fasilitas ini pada zamannya tidak begitu populer, namun sering dilakukan oleh beberapa guru pembimbing atau konselor.

Dalam era penggunaan komputer, surat atau biblio dalam bentuk kertas dapat diganti dengan disket.  Keuntungan dari fasilitas ini antara lain mempermudah evaluasi terhadap kemajuan dan proses konseling, kemudahan dalam penyisipan materi atau informasi yang dibutuhkan, isi disket tidak dapat dibuka oleh sembarang orang, dan konselor dapat langsung menanggapi kalimat per kalimat yang ditulis oleh konseli. Selain dapat membantu kegiatan konseling, fasilitas ini juga memiliki kelemahan, yaitu adanya kemungkinan ketidak lancaran pengiriman surat, sistem kontrak antara konseli dengan konselor, jaminan kerahasiaan konseli, keterjaminan surat-surat atau disket yang diterima konselor, banyaknya sesi yang harus  dilakukan, dan sebagainya. Jenis ini akan lebih efisien penggunaannya oleh  konseli  dan konselor yang bertempat tinggal di area atau wilayah yang sama dan sering bertemu, misalnya guru BK dan siswanya di Sekolah.

Konseling menggunakan bantuan Komputer

Proses Konseling menggunakan bantuan komputer atau Computer Assisted Counseling (CAC) merupakan konseling mandiri, juga disebut konseling komputer pasif atau biasa juga disebut dengan standalone.  Konseli mencari pemecahan masalah atau kebutuhannya melalui program interaktif konseling (Software) dalam bentuk CD yang dirancang khusus agar konseli tersebut dapat mengeksplorasi permasalahannya, mencari informasi yang dibutuhkan dari sejumlah informasi yang disediakan, dan menentukan alternatif pemecahan masalah yang ditawarkan. Dalam penggunaan fasilitas ini ( CAC ), konseli dimungkin untuk tidak perlu bertemu dengan konselor.  CAC ini juga dapat dilakukan secara blended, memperdalam materi-materi yang terdapat dalam program konseling, dan memilih tindakan selanjutnya.

Telepon

Kemudahan pengaksesan dalam pemberian layanan Bimbingan dan Konseling mengikuti tatanan kehidupan masyarakat global diharapkan mampu untuk memenuhi kebutuhan para konseli yang menuntut pemberian layanan bimbingan dan konseling yang cepat, luas, dan mudah diakses oleh konseli. Konseling melalui telepon  biasanya disebut konseling telepon. Di bawah ini akan dikemukakan etika dalam penggunaan teknologi telepon dalam layanan konseling.

Etika pelayanan konseling menggunakan telepon:

  1. Gunakan bahasa yang sopan sesuai dengan kondisi klien
  2. Gunakan suara yang lembut, volume yang rendah dan intonasi yang bersahabat
  3. Dengarkan pembicaraan sampai selesai, jangan menyela kata-kata klien apalagi pada tahap awal pembicaraan.
  4. Mengembangkan perasaan senang dan berfikir positif tentang siapapun yang menelepon
  5. Catat hal-hal yang perlu memperoleh perhatian
  6. Memfokuskan pembicaraan guna menefektifkan penggunaan media komunikasi
  7. Selalu mengakhiri pembicaraan dengan kesiapan untuk melakukan hubungan komunikasi selanjutnya
  8. Video-phone

Lebih dengan sebutan Video-phone counseling (VPC) merupakan bentuk lain dari konseling telepon. Namun dalam penggunaan perangkat teknologi komunikasi tambahan yang memungkinkan konseli dan konselor saling mengenal dan “bertatap muka” melalui layar monitor (display), Konseling melalui video-phone lebih memungkinkan terjalinnya interaksi yang lebih baik antara konselor dan klien, dan dapat lebih mendekati karakteristik konseling tatap muka.

Radio dan Televisi

Konseling melalui radio atau televisi,  masih merupakan bentuk lain dari konseling telepon. Pada konseling radio, percakapan antara konselor dan konseli dipancarkan.  Pelayanan ini umumnya bersifat informatif atau advis, jarang hubungan klien dan konselor mencapai taraf yang mendalam dan intensif.  Konseling melalui radio dan televisi memungkinkan permasalahan konseli diketahui oleh umum, oleh karena itu kerahasiaan identitas konseli harus benar-benar menjadi perhatian. Permasalahan waktu dan bagaimana masalah klien akan membatasi keleluasaan dan efektivitas konseling. Hal diatas dapat direalisasikan dengan menggunakan CMS (Content Management System), CMS secara umum dapat diartikan sebagai sebuah sistem yang memberikan kemudahan pada para pengunanya dalam mengelola dan melakukan perubahan isi sebuah website dinamis tanpa harus dibekali pengetahuan tentang hal-hal yang bersifat teknis. Salah satu CMS yang dapat digunakan adalah AuraCMS dengan lisensi GPL (General Public License), open source/bebas dimodifikasi, asli buatan komunitas Indonesia, mudah dan murah serta berbahasa Indonesia. Layanan Informasi Sekolah yang dibangun dengan menggunakan AuraCMS akan bersifat dinamis, mudah digunakan, simple dan mudah dikelola serta memiliki ukuran file yang kecil. AuraCMS dapat online dalam waktu 1 jam pada server gratis yang banyak ditawarkan di internet. Dengan demikian AuraCMS direkomendasikan sebagai salah satu Content Management System yang dapat digunakan sebagai Media Layanan Informasi pada Bimbingan dan Konseling disekolah.

Internet

Pelayanan konseling melalui fasilitas internet sudah dikenal dengan nama e-counseling ( email counseling ). Berikut ini adalah contoh proses konseling via internet :

  1. email therapy
  2. online therapy
  3. cyber counseling dan
  4. e-counseling.

Email counseling merupakan proses terapeutik yang didalamnya terdapat kegiatan menulis selain ada kegiatan pertemuan secara langsung dengan konselor.  Karena, esensi e-counseling terletak pada menulis. Respon atau bantuan yang diberikan konselor bergantung pada informasi yang diberikan.  Konseli pun tidak perlu mengirimkan seluruh cerita mengenai masalah yang dihadapi, cukup dengan memilih informasi yang dirasakan pada satu situasi yang merupakan masalah.

E-mail merupakan cara paling baru dibandingkan dengan cara-cara yang lain untuk berkomunikasi secara cepat dan efektif melalui internet. Hal ini  tidak bermaksud untuk menggantikan konseling tatap muka ( face to face ), tetapi dapat  menjadi salah satu cara dalam membantu konseli untuk memecahkan masalahnya meskipun dalam keadaan jauh dalam hal tanpa bertemu langsung dengan konselor.

Email counseling merupakan satu cara untuk berkomunikasi antara konseli dengan konselor yang didalamnya dibahas mengenai masalah-masalah yang dihadapi koseli, misalnya masalah-masalah yang berkaitan dengan perkembangan kepribadian dan kehidupan konseli melalui surat atau tulisan pada internet.  Selain e-mail juga bisa dalam bentuk chatting dimana konselor secara langsung berkomunikasi dengan klien pada waktu yang sama melalui internet.

Layanan Informasi Sekolah

Bimbingan dan Konseling sebagai bagian dari sekolah yang membantu siswa mengatasi segala permasalahan yang dihadapi dalam proses studi untuk mencapai perkembangan yang optimal. Segala upaya dapat dilakukan untuk menjalin hubungan emosi antara guru pembimbing dengan siswa. Upaya ini dilakukan dengan merealisasikan program layanan yang sudah terkonsep sebagai empat komponen layanan pada bimbingan dan konseling. Salah satunya dari empat komponen layanan tersebut adalah Layanan Perencanaan Individual. Tujuan layanan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi siswa untuk membuat, memonitor, dan mengelola rencana pendidikan, karir, dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri.

Melalui layanan perencanaan individual, diharapkan siswa dapat :

1) Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan, merencanakan karir, dan mengembangkan kemampuan sosial-pribadi, yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya, informasi tentang sekolah, dunia kerja, dan masyarakatnya.

2) Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya.

3) Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya.

4) Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya.

Sebagian besar tujuan dari layanan tersebut diatas cenderung bersifat informatif, sehingga perlu dibangun sebuah Layanan Informasi berbasis web yang dinamis dengan content yang menarik dan mudah di atur, yaitu dengan menggunakan Content Management System atau Content Management lebih dikenal dengan AuraCMS.

Dalam pengoperasiannya, Aura CMS sangat mudah dioperasikan. Bahkan dapat digunakan oleh pengguna yang tidak mengerti tentang bahasa pemrograman seperti PHP atau java yang biasa digunakan untuk membuat website.

Sistem ini diciptakan untuk membangun layanan informasi sekolah. AuraCMS memiliki ukuran yang kecil dan mudah untuk di konfigurasikan secara manual pada local server atau server- server gratis yang ada di internet sehingga akan lebih ekonomis.Sehingga sangat membantu konselor sekolah, tanpa memerlukan bantuan tenaga ahli.

Keuntungan dari fasilitas AuraCMS

1. Fasilitas Send Artikel yang dapat digunakan sebagai media surat elektronik yang bersifat rahasia dari siswa kepada guru pembimbing.

2. Fasilitas Download yang siswa dapat mendownload informasi atau file tugas dari guru pembimbing.

3. Fasilitas pesan singkat sebagai media penyampaian pesan singkat yang dapat dibaca oleh setiap orang.

4. Fasilitas Polling sederhana setiap pengunjung dapat memberikan jawaban dari pertanyaan/pernyataan yang tertulis pada modul polling.

5. Fasilitas Registrasi Online untuk alumni sekolah.

b. Proses Perancangan local server

Siapkan software pendukung point 1, 2, dan 3

1. Software Server XAMPP dapat didownload di (http://www.apachefriends.org).

2. Web Browser dapat menggunakan Internet Explorer atau Mozila Firefox.

3. File AuraCMS dapat didownload di (http://www.auracms.org)

4. Instal server pada PC yang akan digunakan sebagai computer server.

5. Setelah proses install selesai aktifkan apache dan MySQL

6. Kemudian buat folder dengan nama Sekolah atau nama lain pada alamat C://xampp/htdocs dan ekstrak file AuraCMS kedalam folder tersebut.

7. Buka Browser tulis alamat sebagai berikut (http://localhost/phpmyadmin) maka akan muncul tampilan phpmyadmin.

8. Buat database dengan nama (sekolah) klik create/ciptakan

9. Setelah itu upload file SQL yang berada pada C://xampp/htdocs/sekolah.

10. Setelah database tercipta dan file SQL sukses diupload konfigurasikan nama database pada file C://xampp/htdocs/sekolah/includes/config.php disesuaikan dengan nama database yang telah dibuat pada point 8.

11. Buka browser dan ketikan alamat C://localhost/sekolah maka tampilan web portal AuraCMS akan muncul.

12. Website pada local server sudah jadi Selamat Berjuang

c. Proses perancangan server online

1. Buat subdomain gratis di (http://www.freewebhosting.com) misal http://sekolah.coolpage.biz.

2. Biasanya nama data base dan username sama dan otomatis telah dibuatkan oleh penyedia server, nama database dan username berupa beberapa digit angka misal 12345.

3. Konfigurasikan nama database yang telah anda terima pada file config.php yang ada pada file AuraCMS.

4. File AuraCMS dibuat menjadi file ZIP kemudia upload file melalui http://www.net3ftp.com.

5. Setelah proses upload selesai buka browser baru dan ketikan alamat subdomain yang telah anda buat tadi.

6. Layanan Informasi Sekolah online telah terbit proses ini tidak memakan waktu lama kurang lebih satu jam dan gratis.

BAB III

ANALISIS

A Kelebihan Bimbingan Konseling Melalaui Teknologi Informasi

Kelebihan atau keuntungan pelayanan bimbingan konseling melalui teknologi informasi, diantaranya :

  1. Pelayanan melalui teknologi informasi  mudah di akses.
  2. Tidak membutuhkan biaya transportasi
  3. Mengurangi kesulitan jadwal yang berkaitan dengan program kelompok
  4. Pelayanan melalui teknologi informasi bersifat semi anonim
  5. Klien lebih mau terbuka berbicara tentang masalahnya karena ia tidak berkomunikasi secara face to face, sehingga ia dapat lebih siap dan terbuka
  6. Pelayanan melalui teknologi informasi dan komunikasi berbasis individu
  7. Konselor dapat menyesuaikan kesiapan klien dalam mengambil tindakan yang diperlukan, memotivasi diri, dan meningkatkan keterampilan kliennya
  8. Pelayanan melalui teknologi informasi dan komunikasi formatnya harus memfasilitasi konseling yang proaktif
  9. Setelah klien membuka komunikasi via teknologi informasi awal, maka konselor berinisiatif untuk memulai suatu kontak berikutnya sehingga ia dapat menciptakan suatu taraf terapis berupa dukungan sosial dan klien bertanggung jawab selama proses penyembuhannya

10.  Pelayanan melalui teknologi informasi formatnya menggunakan ijin protokol yang terstruktur. Hal ini memberikan  konselor suatu kerangka kerja tertulis yang dapat memastikan pemenuhan topik penting ketika bekerja khusus kepada masing-masing individu pada setiap sesi, sehingga menghasilkan suatu intervesi yang ringkas, terpusat, dan sesuai dengan pribadi klien.

B Kelemahan Bimbingan Konseling Melalaui Teknologi Informasi

Selain kelebihan adapula kelemahan dalam pelayanan bimbingan konseling melalui teknologi informasi, diantaranya :

  1. Konselor tidak dapat memastikan bahwa kliennya benar-benar seruis atau tidak
  2. Diperlukan perangkat khusus agar pelayanan bimbingan konseling melalui teknologi informasi dapat terlaksana dan perangkat tersebut tidak murah, sehingga tidak samua orang dapat memanfaatkannya
  3. Informasi yang diterima dan diberitakan sangat terbatas, komunikasi satu arah, klasifikasi dan eksplorasi tidak biasa segera dilakukan, sehingga ada kemungkinan terjadi kesalahpahaman
  4. Kegiatan konseling melalui teknologi informasi dapat menimbulkan jarak baik secara fisik maupun psikis diantara konselor dan  klien.
  5. Belum terdapat data-data, fakta atau informasi yang objektif dari klien, sehingga pemecahan masalah dengan teknik pendekatan ini pada akhirnya akan kabur.
  6. Permasalahan yang dihadapi oleh klien beraneka ragam dalam emosi sehingga kadang-kadang konselor mengabaikan segi-segi yang penting dalam proses konseling.
  7. Dianggap oleh klien sebagai perampasan tanggung jawab, maka teknik pendekatan ini kurang baik untuk di pergunakan.

C. Kode Etik dan Teknologi Informasi

Dalam bimbingan konseling dengan memanfaatkan teknologi informasi harus memperhatikan etika yang berlaku. Walaupun belum ada kode etik yang jelas dalam mengatur pelayanan bimbingan konseling berbasis teknologi informasi, kita dapat menggunakan etika yang berlaku dalam playanan bimbingan konseling ‘tradisional’. Kode etik merupakan seperangkat aturan, pedoman atau tata cara berprilaku profesional yang sudah distandarisasikan oleh organisasi profesi. Asas etis profesi konselor, meliputi:

  1. Respek terhadap martabat  manusia,
  2. Relationship yang koheren,
  3. Memunculkan tanggung jawab terhadap  masyarakat, serta
  4. Tanggung jawab terhadap  masyarakat.

Dalam pelayanan bimbingan konseling melalaui teknologi informasi harus selalu memperhatikan kode etik yang ditetapkan organisasi profesi. Kode etik tersebut seharusnya diketahui oleh klien juga, sehingga klien dapat mengetahui hak dan kewajibannya. Kode etik dalam bimbingan konseling melalaui teknologi informasi penting diperhatikan, supaya kegiatan bimbingan konseling dapat berjalan dengan baik dan tujuan bersama dapat tercapai. Perlu ditegaskan bahwa bimbingan konseling melalui teknologi informasi bukan hal mutlak yang ada dalam pelaksanaan bimbingan konseling. Teknologi informasi dan komunikasi semata-mata hanya alternatif jika pelayanan bimbingan konseling secara ‘langsung’ tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.Adapun dalam penggunaan teknologi informasi  diperlukan kesiapan dari kedua belah pihak dalam hal penyediaan perangkat. Kalaupun perangkat sudah tersedia, diperlukan keterampilan untuk menggunakannya. Barulah Pelayanan Bimbingan Konseling melalaui teknologi informasi dapat berjalan.

BAB IV

PENUTUP

A      Kesimpulan

Teknologi informasi tidak hanya sekedar teknologi komputer melainkan gabungan dari komputasi dengan jalur komunikasi diantaranya, telepon, komputer, internet, televisi, radio dll. Teknologi informasi diciptakan sebagai pemenuhan kebutuhan manusia sebagai individu yang ingin pekerjaannya lebih mudah dan sebagai makhluk sosial yang perlu berinteraksi. Dalam pelayanan bimbingan konseling teknologi informasi digunakan apabila pelayanan tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukan secara langsung, jadi teknologi informasi dalam bimbingan konseling hanya sebagai alternatif.  Konselor dapat menggunakan komputer sebagai alat bantu dalam menyusun, mencari dan mengolah data. Komputer pun dapat menyimpan dan mendapatkan informasi dengan lebih cepat, mudah, dan praktis.  Pelayanan konseling ditujukan untuk memecahkan masalah dan kalau bisa mencegah timbulnya masalah, namun kesibukan klien dan konselor sendiri terkadang malah menambah masalah.  Dengan teknologi informasi masalah tersebut akan dapat diminimalisir. Kelebihan yang didapat dari pelayanan bimbingan konseling melalui teknologi informasi, diantaranya mudah diakses, tanpa biaya transportasi, tidak ada batas ‘ruang’ dan ‘waktu’. Selain itu, klien lebih terbuka karena bersifat pribadi. Pelayanan bimbingan konseling pun lebih terpusat.  Sedangkan kelemahan dari penggunaan teknologi informasi, diantaranya penyediaan sarana yang tidak murah, keseriusan klien dalam bimbingan tidak dapat dipastikan, informasi yang diterima konselor terbatas, pengabaian faktor-faktor emosi, dan memungkinkan untuk timbulnya jarak antara klien dan konselor baik secara fisik maupun psikis. Kode etik yang berlaku dalam profesi bimbingan konseling harus diperhatikan oleh konselor supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sekiranya pembahasan ini sudah memberikan gambaran tentang konsep dan oprasional teknologi informasi dalam bimbingan konseling

B       Rekomendasi

Konselor harus senantiasa menciptakan inovasi-inovasi baru dalam pelayanan bimbingan konseling, tentunya ditunjang oleh kompetensi yang memadai mengenai teknologi informasi. Teknologi informasi mampu menunjang pelayanan bimbingan konseling agar lebih efektif. Maka dari itu, konselor harus selalu meningkatkan kemampuannya dalam menggunakan teknologi yang berkembang saat ini. Konselor akan selalu menjadi idola klien apabila selalu up to date. Karena pada dasarnya bimbingan adalah long life learning atau belajar sepanjang hayat.

Penyediaan infrastruktur harus ditingkatkan, khususnya di Indonesia masih banyak tempat-tempat terpencil yang belum terjamah oleh teknologi. Penyediaan perangkat teknologi informasi adalah hal yang mutlak dalam konseling melalui teknologi informasi, sehingga pelayanan bimbingan konseling akan berjalan efektif tanpa batas ruang dan waktu.

Klick «« Artikel Selengkapnya »»
NB: Jika anda suka artikel ini, silakan share ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini! Terimakasih.
 

Tips Tingkatkan jumlah pengunjung Blog, melalui doorwaypage.com

Online users :

JavaScript Free Code

Posisi Nomor Kartu Seluler »

Ceebydith HLR Lookup

Pengikut »

free counters

About this Blog »

Berisikan tautan dari berbagai sumber internet tentang : media pendidikan, model-model pembelajaran, motode pembelajaran, strategi belajar mengajar, evaluasi pembelajaran, assesment outentik, penelitian pendidikan, metode penelitian, penelitian tindakan kelas, kurikulum, dan lain-lain terkait lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK). Isi di dalamnya bukan semuanya ditulis oleh admin education zone, tetapi dari berbagai rujukan atikel yang didapat dari internet yang terkait dengan materi pendidikan, dengan maksud untuk memudahkan bagi yang memerlukan materi tentang penyiapan tenaga pendidik dalam pengembangan ilmu pendidikan, untuk itu kami mohon ma'af bagi yang artikelnya kami muat disini, yang jelas kami tetap menampilkan link sumber aslinya (backlink) dan terima kasih semuanya.

Pembelajaran »

Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik.
Copyright © 2010 - All right reserved by Education Zone | Template design by Herdiansyah Hamzah | Published by h4r1
Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome, flock and opera.