Profile Facebook Twitter My Space Friendster Friendfeed You Tube
Dharma Pendidikan Kompasiana MSN Indonesia Bisnis Indonesia Kompas Republika Tempo Detiknews Media Indonesia Jawa Pos Okezone Yahoo News New York Times Times Forbes
Google Yahoo MSN
Bank Indonesia Bank Mandiri BNI BCA BRI Cimb Niaga BII
Hariyono.org Education Zone Teknologi Informasi Ekonomi Mikro Ekonomi Makro Perekonomian Indonesia KTI-PTK Akuntansi Komputer Media Pend.Askeb Media Bidan Pendidik Materi Umum Kampus # # #
mandikdasmen Depdiknas Kemdiknas BSNP Kamus Bhs Indonesia BSNP # # # # #
Affiliate Marketing Info Biz # # # # # # # # #
Bisnis Online Affilite Blogs Affiliate Program Affiliate Marketing # # # # # # # # #

11 March 2010 | 12:27 AM | 0 Comments

Strategi Belajar

1536ca6ba8477c84_strategi_belajar Sebelum membahas lebih jauh mengenai strategi belajar, ada baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu mengenai manfaat dari belajar itu sendiri dan perbedaannya dengan pembelajaran. Buat apa kita belajar? Mungkin pertanyaan ini hampir tidak pernah terbesit di pikiran kita atau bahkan seringkali kita mengabaikannya. Sedangkan hampir keseluruhan hidup kita dipenuhi oleh kegiatan yang baik secara langsung maupun tidak langsung merupakan suatu proses belajar, karena seluruh aktivitas hidup adalah bagian dari belajar. Dengan belajar maka akan menjadikan kehidupan manusia lebih baik dan bermanfaat, sehingga ia dapat menciptakan perubahan di masyarakat, selain itu juga meningkatkan kesejahteraan dirinya sendiri. Yang tidak kalah penting adalah bahwa setiap agama mewajibkan umatnya untuk belajar. Belajar memahami mana yang baik dan benar baik secara formal maupun tidak, belajar dari kesalahan, dan elajar tentang segala hal yang ada di dunia.
Berbeda dengan belajar, pembelajaran merupakan kegiatan yang lebih berbicara tentang interaksi, baik siswa dengan guru, dosen ataupun lingkungan. Pembelajaranpun diesesuaikan dengan konteks atau keadaan, karena proses pembelajaran tidak boleh dilakukan oleh orang yang sembarangan, harus dilakukan oleh orang yang profesional di bidangnya. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kemungkinan dan atau kemudahan untuk memperoleh pengetahuan agar kegiatan yang kita lakukan sehari-hari menjadi lebih mudah oleh orang lain untuk belajar dengan sengaja, terarah, dan terkendali. Pembelajaran merupakan intervensi dengan tujuan terjadinya belajar. Ada keterkaitan yang erat diantara keduanya.
Di dalam pembelajaran terjadi perubahan paradigma. Perubahan paradigma yang dimaksud yaitu perubahan cara pandang dari pendekatan pembelajaran yang konservatif menjadi pendekatan pembelajaran yang lebih modern. Misalnya dengan melakukan pengajaran pembelajaran yang awalnya merupakan teacher centered atau pembelajaran yang hanya berpusat kepada guru, menjadi pembelajaran yang lebih melibatkan siswa secara aktif, yaitu student centered. Perubahan paradigma tersebut juga disebabkan oleh perubahan landasan yang mempengaruhi proses belajar, yaitu dari pembelajaran yang berciri behaviouristik beralih menjadi pembelajaran yang konstruktivistik atau pembelajaran mandiri untuk terus melakukan pembelajaran. Selain itu, saat ini sekolah-sekolah formal lebih banyak melakukan pendekatan ilmiah dengan memberikan teori-teori pembelajaran untuk dipelajari, dihubungkan, dan diterapkan oleh siswa dalam kehidupannya sehari-hari.
Seperti yang sudah dijelaskan diatas tadi, adanya perubahan landasan behaviouristik menjadi konstruktivistik, maka perlu diketahui perbedaan yang lebih mendalam mengenai keduanya. Behaviouristik merupakan kegiatan pembelajaran oleh guru kepada siswa hanya dengan tujuan menambah pengetahuan, sedangkan pengetahuan yang diberikan hanya pengetahuan yang bersifat objektif dan pasti. Pengetahuan terstruktur rapih dan seragam. Maksudnya yaitu pengetahuan yang diberikan terlalu kaku dan setiap siswa diajarkan dengan cara yang sama. Sedangkan konstruktivisme membawa pembaharuan dengan proses belajar yang lebih mengenai pemaknaan atas pengetahuan itu sendiri yang akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena teori ini menganggap bahwa pengetahuan merupakan hal yang nonobjektif dan senantiasa berubah. Pengetahuan terstruktur secara rumit dan beragam, sehingga akan menimbulkan rasa penasaran akan pengetahuan dalam diri kita untuk terus memecahkannya.
Kita akan beralih dari pengertian-pengertian yang sudah dijabarkan diatas menuju kepada proses pembelajaran yang ideal dan lebih kepada konstruktivisme. Proses pembelajaran sebaiknya disusun secara sistemik dan sistematik. Sistemik berdasarkan sistem dan sistematik atau secara berurutan. Interaksi yang terjadi di dalam kelas pun harus optimal antara tenaga pendidik, peserta didik, dan sumber belajar. Faktor lainnya yang harus diperhatikan yaitu suasana belajaranya, apakah sudah layak dan mendukung kegiatan pembelajaran atau belum. Suasana belajar dibuat semenyenangkan dan senyaman mungkin. Siswa perlu diberikan sesuatu yang menantangnya untuk berpikir, sehingga mendorong semangatnya dalam menjalani kegiatan pembelajaran. Selain itu, pembelajaran yang efektif harus memperhatikan berkembangnya prakarsa atau inisiatif atau bahkan koridor yang menjadi batasan aturannya. Guru sebagai tenaga pendidik harus mempunyai fungsi untuk memberikan keteladanan dan membangun kemandirian di dalam diri siswanya.
Ada beberapa strategi pembelajaran yang bisa digunakan untuk menciptakan kegiatan belajar yang bervariasi di kelas. Strategi-strategi ini diciptakan agar siswa tidak menjadi jenuh dengan metode belajar yang itu-itu saja. Ada dua contoh strategi pembelajaran yang bisa dijadikan acuan ketika seorang guru akan melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas. Yang pertama yaitu pembelajaran tematik. Pembelajaran ini dirancang berdasarkan tema tertentu. Tema yang diberikan kepada siswa ditinjau dari beberapa mata pelajaran. Manfaat dari dilakukannya strategi ini yaitu dapat menyediakan keluasan dan kedalaman implementasi kurikulum, sehingga menawarkan dinamika dalam pembelajaran. Selain itu dapat menghilangkan batas semu antar bagian kurikulum, sehingga menyediakan pembelajaran yang integratif. Manfaat yang diperoleh siswa yaitu dapat membantu siswa membangun hubungan antara konsep, ide dan pemahaman mengenai materi yang diajarkan.
Strategi yang kedua yaitu melalui pembelajaran kooperatif. Strategi ini mengorganisasikan isi ajaran dan kegiatan belajar sehingga terjadi belajar aktif di kelas. Belajar aktif itu sendiri meliputi :
- Belajar menemukan (discovery learning)
- Belajar berbasis masalah (problem-based learning)
- Belajar kontekstual (Contextual-learning)
- Belajar mandiri (Independent learning)
- Belajar kooperatif (Cooperative learning)
- Belajar pemetaan konsep (Concept-mapping learning)
sumber : http://dianaaprill.onsugar.com
NB: Jika anda suka artikel ini, silakan share ke teman FACEBOOK anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini! Terimakasih.
 
Copyright © 2010 - All right reserved by Education Zone | Template design by Herdiansyah Hamzah | Published by h4r1
Proudly powered by Blogger.com | Best view on mozilla, internet explore, google crome, flock and opera.